Pamerkan Hasil Tenun Berbahan Alam, 8 Selendang Habis Terjual di Stan Desa Sillu

 

KUPANG, SUARAMENTARITIMOR.COM – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, berlangsung meriah. Kegiatan yang dipusatkan di Desa Sillu tersebut semakin semarak dengan kehadiran Bupati Kupang Yosef Lede, SH, Wakil Bupati Kupang Aurum Titueki bersama rombongan pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Dalam kunjungannya, Bupati Kupang Yosef Lede, SH bersama Wakil Bupati Kupang Aurum Titueki dan rombongan berkesempatan mengunjungi sejumlah stan yang menampilkan berbagai potensi serta produk unggulan masyarakat. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan hasil karya mereka kepada pemerintah dan masyarakat.

Salah satu stan yang menarik perhatian adalah stan milik Pemerintah Desa Sillu. Stan tersebut menampilkan berbagai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya hasil tenunan tradisional yang dibuat menggunakan bahan modern maupun bahan-bahan yang bersumber dari alam.

Tidak hanya memamerkan hasil tenun, Stan Desa Sillu juga menghadirkan Penenun Cilik, sebuah upaya memperkenalkan keterampilan menenun kepada generasi muda. Anak-anak di desa tersebut menunjukkan kemampuan dalam memintal benang hingga menenun kain tradisional, sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan budaya lokal.

Perhatian khusus tertuju pada sejumlah selendang yang dibuat menggunakan bahan-bahan alami. Keunikan serta proses pembuatannya menarik perhatian Bupati dan Wakil Bupati Kupang. Dalam kesempatan tersebut, kurang lebih delapan selendang berbahan alam diborong oleh Bupati, Wakil Bupati, serta jajaran yang turut hadir dalam kunjungan tersebut.

Kepala Desa Sillu, Mikael Takel, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Sillu, khususnya Kelompok Tenun Nekamese 3, yang hingga kini masih konsisten melestarikan pembuatan kain tradisional berbahan alam.

Menurutnya, keberadaan kelompok tenun tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga warisan budaya masyarakat Timor. Karena itu, ia berharap adanya dukungan pemerintah untuk mendorong perkembangan UMKM lokal, baik melalui bantuan peralatan maupun dukungan pendanaan.

“Kami berharap pemerintah dapat terus memberikan dukungan, baik dari sisi peralatan maupun pendanaan, sehingga kelompok-kelompok seperti ini dapat meningkatkan produksi dan memenuhi permintaan pasar. Dengan begitu, kegiatan ini juga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Mikael.

Ia menambahkan, pelestarian tenun berbahan alam menjadi semakin penting di tengah perkembangan zaman yang serba cepat dan instan. Menurutnya, jika tidak dijaga dan diwariskan kepada generasi muda, keterampilan serta tradisi tersebut berpotensi semakin ditinggalkan.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tenun Nekamese 3, Mama Damaris Mamo, mengungkapkan rasa syukur atas dukungan Pemerintah Desa Sillu yang telah memberikan ruang bagi kelompoknya untuk memamerkan hasil karya mereka dalam perayaan HUT ke-81 RI tersebut.

Ia mengatakan, dukungan tersebut menjadi motivasi bagi kelompoknya untuk terus berkarya sekaligus mempertahankan tradisi menenun menggunakan bahan-bahan alam.

“Kami bersyukur karena Pemerintah Desa Sillu memberikan kesempatan kepada kami untuk memamerkan hasil tenun. Kami akan terus berusaha melestarikan kain tradisional berbahan alam sebagai simbol jati diri dan identitas budaya masyarakat Timor,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan HUT RI, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi UMKM dan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas. Antusiasme terhadap delapan selendang berbahan alam yang habis terjual menunjukkan bahwa produk tradisional masih memiliki daya tarik sekaligus peluang ekonomi apabila terus dikembangkan dan dipromosikan

Lebih baru Lebih lama