KUPANG, suaramentaritimor.com — Kolaborasi serta koordinasi intensif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus diperkuat dalam upaya penanganan bencana gempa bumi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Komitmen penanganan komprehensif ini ditegaskan secara langsung oleh Kepala Negara melalui koordinasi tingkat tinggi. Langkah ini menjadi wujud nyata dari perhatian serius pemerintah terhadap keselamatan warga terdampak.
Presiden Republik Indonesia secara langsung memimpin rapat koordinasi virtual mengenai penanganan pascabencana gempa bumi Flores bersama jajaran menteri dan pimpinan daerah terkait.
Rapat koordinasi terbatas ini diselenggarakan untuk memastikan seluruh instruksi serta penyaluran bantuan di lapangan berjalan cepat, tepat sasaran, dan tanpa hambatan birokrasi.
Kehadiran Presiden dalam memimpin rapat tersebut menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam mendampingi masyarakat, mulai dari tahapan masa tanggap darurat hingga fase pemulihan.
Dalam pengarahannya, Presiden menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar penanganan pengungsi, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pelayanan kesehatan dapat dijangkau oleh seluruh korban.
Selain penanganan darurat, fokus perhatian pemerintah juga tertuju pada perencanaan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas umum serta pemukiman warga yang rusak akibat guncangan gempa.
Melalui langkah cepat dan terintegrasi ini, diharapkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang terdampak gempa bumi di Flores dapat segera pulih kembali secara optimal.

