Kota Kupang - Kasus meninggalnya mahasiswi asal Nusa Tenggara Timur, Yerdi Beikliu, terus menjadi perhatian publik. Setelah lebih dari sebulan sejak ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Kelapa Lima, Kota Kupang, keluarga korban bersama sejumlah pihak kini mendesak aparat kepolisian untuk segera membuka hasil otopsi yang telah dilakukan.
Akademisi sekaligus pengamat hukum, Dr. Semuel Haning, angkat bicara terkait lambannya pengumuman hasil otopsi tersebut. Ia menilai, keterbukaan hasil pemeriksaan medis sangat penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Yerdi diketahui ditemukan meninggal dunia pada 10 Mei 2026 di kamar kosnya. Saat proses evakuasi jenazah, sejumlah kejanggalan disebut terlihat oleh pihak keluarga dan kerabat korban, sehingga memunculkan dugaan bahwa ada hal lain di balik kematian tersebut.
Menindaklanjuti hal itu, pihak kepolisian kemudian melakukan otopsi terhadap jenazah korban guna mengetahui penyebab pasti kematian. Namun hingga kini, hasil pemeriksaan tersebut belum juga dipublikasikan, sehingga memicu pertanyaan dari keluarga dan masyarakat.
Dr. Semuel Haning menegaskan bahwa transparansi aparat penegak hukum menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik. Menurutnya, jika hasil otopsi sudah selesai, maka tidak ada alasan untuk menunda penyampaiannya kepada pihak keluarga maupun masyarakat luas.
Ia juga menilai, keterlambatan pengumuman hasil otopsi berpotensi menimbulkan asumsi liar yang justru bisa memperkeruh situasi. Karena itu, kepolisian diharapkan segera mengambil langkah cepat agar proses hukum dapat berjalan terang dan adil.
Pihak keluarga korban sendiri berharap ada kejelasan atas kematian Yerdi. Mereka meminta agar penyelidikan dilakukan secara objektif dan menyeluruh, sehingga jika ditemukan unsur pidana, pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik di NTT, dengan banyak pihak meminta agar aparat tidak berlarut-larut dalam menangani perkara tersebut. Masyarakat berharap pengungkapan hasil otopsi dapat menjadi pintu awal untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik meninggalnya Yerdi Beikliu. (Wempi)

