NEW DELHI, suaramentaritimor.com — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri sesi terbuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS yang berlangsung di New Delhi, India. Forum tersebut dihadiri oleh para pemimpin negara anggota serta negara mitra.
Dalam pidatonya di hadapan para kepala negara, Presiden Prabowo secara tegas menekankan pentingnya persatuan suara dari negara-negara berkembang (*Global South*).
Kepala Negara menyatakan bahwa kelompok negara berkembang memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan arah pembangunan global serta membentuk masa depan dunia yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Presiden juga mengingatkan seluruh delegasi bahwa masyarakat internasional akan segera memasuki tahun 2030, yang merupakan tenggat waktu pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (*Sustainable Development Goals*/SDGs).
Oleh karena itu, Presiden Prabowo mengajak seluruh negara anggota BRICS untuk memegang teguh komitmen bersama dalam mengentaskan kemiskinan, menjaga serta melindungi bumi, dan membangun institusi yang lebih kuat.
Upaya keras dan kolaborasi solid dinilai sangat mutlak dibutuhkan agar negara-negara berkembang dapat berada pada posisi yang setara dan dihormati di panggung internasional.
Langkah ini dipandang penting guna mewujudkan perdamaian, keadilan, serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat dunia.
Melalui keikutsertaan aktif dalam forum KTT BRICS di India ini, Indonesia terus mempertegas posisinya sebagai jembatan aspirasi bagi negara-negara berkembang di tingkat global.

