KUPANG, SUARAMENTARITIMOR.COM – Kisah perjuangan seorang mahasiswa asal Timor Tengah Selatan (TTS) di tengah kesibukannya menempuh pendidikan tinggi menjadi perhatian publik. Di tengah tuntutan perkuliahan, ia memilih berjualan jagung goreng demi membantu memenuhi kebutuhan hidup sekaligus membiayai pendidikannya.
Mahasiswa tersebut diketahui bernama Yabes Ottu, yang merupakan mahasiswa di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang. Ia menjalani aktivitas berjualan dengan sederhana, namun penuh tekad untuk tetap melanjutkan pendidikan hingga meraih cita-cita yang diimpikannya.
Kisah Yabes mendapat apresiasi setelah dibagikan melalui media sosial. Dalam unggahan tersebut, terlihat Yabes membawa dagangan jagung goreng sambil menjalani aktivitasnya sebagai mahasiswa.
Bagi Yabes, berjualan bukanlah sesuatu yang memalukan. Justru pekerjaan tersebut menjadi bagian dari perjuangannya untuk tidak hanya bergantung pada doa, tetapi juga berusaha secara nyata demi masa depan dan keluarganya.
Perjuangan itu ternyata bukan baru dilakukan belakangan. Ia disebut telah menjalani aktivitas berjualan sejak beberapa waktu lalu, bahkan tetap membagi waktunya dengan kegiatan perkuliahan di kampus.
Salah satu cerita yang menggambarkan kegigihannya adalah ketika ia masih aktif berkuliah. Pada malam hari, Yabes harus berada di Pasar Oeba untuk berjualan. Kemudian sekitar pukul 05.00 WITA, ia kembali berjualan hingga sekitar pukul 07.00 WITA.
Setelah menyelesaikan aktivitas jualannya, Yabes langsung melanjutkan rutinitas sebagai mahasiswa. Sekitar pukul 08.00 WITA, ia sudah berada di kampus untuk mengikuti kegiatan perkuliahan seperti mahasiswa lainnya.
Apa yang dilakukan Yabes menjadi gambaran bahwa keterbatasan ekonomi tidak selalu menjadi alasan untuk menyerah pada keadaan. Dengan kemauan dan kerja keras, ia berusaha mencari jalan agar pendidikan yang sedang ditempuhnya tetap berjalan.
Kisah tersebut juga mendapat respons positif dari warganet. Banyak yang menilai keberanian Yabes untuk bekerja sambil kuliah patut diapresiasi karena ia tidak gengsi melakukan pekerjaan sederhana demi mencapai tujuan yang lebih besar.
Perjuangan Yabes menjadi pengingat bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kondisi awal seseorang, tetapi juga oleh kemauan untuk berusaha. Di balik dagangan jagung goreng yang sederhana, tersimpan harapan seorang mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya. (Neldy)

