Pembangunan gereja tersebut merupakan hasil kerja keras dan swadaya murni dari seluruh anggota jemaat yang berjumlah sekitar 134 kepala keluarga. Mayoritas jemaat berprofesi sebagai petani dengan kondisi ekonomi yang sederhana. Namun keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk menghadirkan rumah ibadah yang lebih layak bagi pelayanan dan persekutuan umat Tuhan.
Hingga saat ini, proses pembangunan terus berlangsung secara bertahap. Berbagai pekerjaan konstruksi telah dikerjakan secara gotong royong oleh warga jemaat, mulai dari pengadaan material hingga pengerjaan bangunan yang melibatkan tenaga sukarela dari masyarakat setempat. Semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama yang menjaga pembangunan tetap berjalan.
Selain mengandalkan swadaya jemaat, pembangunan gereja ini juga mendapat dukungan dari sejumlah donatur yang memiliki kepedulian terhadap pelayanan gereja di wilayah pedesaan. Bantuan tersebut menjadi penyemangat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan material yang terus meningkat seiring perkembangan pembangunan.
Salah satu donatur yang memberikan kontribusi adalah Ibu Linda Benu, seorang pengusaha properti Flobamora yang turut menunjukkan kepeduliannya terhadap pembangunan rumah ibadah tersebut. Bantuan yang diberikan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pekerjaan pembangunan yang sedang berlangsung.
Dukungan juga datang dari Keluarga Besar Elik di Kuan Fatu Basmuti yang turut memberikan sumbangan bagi pembangunan gereja. Kepedulian tersebut mendapat apresiasi dari jemaat karena mencerminkan semangat persaudaraan dan kebersamaan dalam membangun pelayanan gereja di wilayah Amabi Oefeto Timur.
Foto Istimewa : Habel Mbate (Donatur) saat berkunjung keSelain itu, bantuan juga diberikan oleh Habel Nikson Mbate, SH, anggota DPRD Kabupaten Kupang. Kontribusi yang diberikan diharapkan dapat membantu mempercepat proses pembangunan sehingga rumah ibadah tersebut dapat segera diselesaikan dan dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh jemaat dalam berbagai kegiatan peribadatan.
Meski demikian, kebutuhan biaya pembangunan masih cukup besar hingga gereja tersebut dapat diselesaikan sepenuhnya. Karena itu, Jemaat GMIT Ebenhaezer Nifukou membuka pintu dan mengundang siapa saja yang tergerak hati untuk turut memberikan sumbangsih dalam bentuk dana, material bangunan, maupun dukungan lainnya.
Jemaat berharap semakin banyak pihak yang ikut ambil bagian dalam pekerjaan pelayanan ini, sehingga pembangunan rumah ibadah tersebut dapat segera rampung dan menjadi berkat bagi masyarakat sekitar. Bagi para dermawan yang ingin memberikan dukungan, jemaat dapat dihubungi melalui kontak person Yarid Nuban di nomor 085253522190. Jemaat juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan terus mendoakan kelancaran pembangunan Gereja GMIT Ebenhaezer Nifukou.
Penulis : Wempi Kabnani





