Pemprov NTT Siapkan Rp75 Miliar untuk Perkuat BUMD, Dorong Kinerja dan Kontribusi bagi Daerah


 Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiapkan anggaran sebesar Rp75 miliar untuk penyertaan modal kepada empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat kapasitas usaha BUMD agar mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penyertaan modal tersebut akan diberikan setelah masing-masing BUMD menyelesaikan dan mendapatkan persetujuan atas rencana bisnis yang diajukan kepada Pemerintah Provinsi NTT dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT. Pemerintah menegaskan bahwa penggunaan dana harus berbasis pada perencanaan yang jelas dan terukur.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyebutkan bahwa penguatan BUMD menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah. Menurutnya, BUMD harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang profesional, sehat secara finansial, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dari total anggaran Rp75 miliar yang disiapkan, Pemerintah Provinsi NTT telah menentukan alokasi untuk masing-masing perusahaan daerah. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pengembangan usaha, meningkatkan pelayanan, serta memperkuat daya saing BUMD di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

BUMD yang akan menerima tambahan modal tersebut antara lain Bank NTT, Jamkrida NTT, PT Flobamor, dan KIB Bolok. Keempat perusahaan daerah ini dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai sektor pembangunan, mulai dari layanan keuangan, penjaminan kredit usaha, perdagangan, hingga pengelolaan kawasan industri dan pelabuhan.

Berdasarkan rencana yang telah disampaikan pemerintah, Bank NTT akan memperoleh penyertaan modal sebesar Rp30 miliar. Sementara itu, Jamkrida NTT akan menerima Rp21 miliar, sedangkan PT Flobamor dan KIB Bolok masing-masing mendapatkan tambahan modal sebesar Rp12 miliar.

Pemerintah berharap tambahan modal tersebut dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja perusahaan daerah sehingga mampu menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Selain itu, BUMD juga diharapkan dapat memperluas layanan dan membuka peluang ekonomi baru yang berdampak langsung bagi masyarakat NTT.

Langkah penyertaan modal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya reformasi pengelolaan BUMD di NTT. Pemerintah menekankan bahwa setiap dana yang disalurkan harus dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel agar tujuan peningkatan kinerja perusahaan dapat tercapai secara optimal.

Dengan dukungan modal yang lebih kuat dan pengelolaan yang baik, BUMD diharapkan mampu menjadi instrumen penting dalam mempercepat pembangunan daerah, meningkatkan daya saing ekonomi NTT, serta memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.


Lebih baru Lebih lama