KUPANG – Persekutuan Doa (PD) Alfa Omega Kupang merayakan hari ulang tahunnya yang ke-5 pada Rabu, 27 Mei 2026. Momen sukacita ini sekaligus dengan dilaksanakannya prosesi peneguhan badan pengurus inti yang baru untuk masa bakti 2026-2027.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut menjadi bukti eksistensi organisasi ini sebagai wadah pengembangan diri bagi para mahasiswa di Kota Kupang. Sejak didirikan pada tahun 2021, PD Alfa Omega konsisten menjadi rumah bagi pemuda dari berbagai daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tujuan utama dari pendirian organisasi ini adalah untuk membentuk pemuda Kristen yang unggul dalam tiga aspek utama: spiritualitas, akademik, dan kepemimpinan. Visi tersebut terus dijaga hingga saat ini guna mencetak generasi muda yang berintegritas.
Terbentuk dan berjalannya PD Alfa Omega mendapatkan bimbingan intensif dari para mentor yang juga merupakan akademisi berpengalaman. Mereka adalah Dr. Hotlif Nope, S.Sos., M.A., Kurniawati Aseleo, M.Pd.K, Yonatan Lopo, S.Ip., MA, Desembri C. Nope, S.E.,M.Si dan Priskilla Y. Nope, S.Pd.,M.Hum. Dukungan dan arahan dari para dosen mentor ini menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan organisasi. Berkat pendampingan yang konsisten, PD Alfa Omega mampu berkembang dalam kurun waktu lima tahun terakhir.
Hingga tahun 2026, PD Alfa Omega tercatat telah memiliki 220 anggota aktif. Para anggota ini mayoritas berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta yang tersebar di wilayah Kota Kupang. Jumlah anggota yang mencapai ratusan orang ini menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa untuk bergabung dalam komunitas yang membangun iman dan karakter tersebut. Hal ini menjadi capaian membanggakan bagi seluruh pengurus dan anggota.
Saat diwawancarai, salah satu dosen mentor, Dr. Hotlif Nope, S.Sos., M.A., menceritakan kilas balik bagaimana komunitas ini awalnya terbentuk dari sebuah ketidaksengajaan yang murni didasari oleh kebutuhan mahasiswa.
"Sebenarnya komunitas ini terbentuk secara natural, berawal dari kesadaran akan pentingnya pengembangan diri mahasiswa. Ini murni inisiatif dan usulan dari mahasiswa sendiri yang merasa membutuhkan suatu wadah, seiring dengan bertambahnya jumlah anggota dari hari ke hari," ungkap Dr. Hotlif.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran PD Alfa Omega menjadi sangat krusial mengingat tantangan sosial yang dihadapi oleh generasi muda di ibu kota provinsi tersebut.
"Kehadiran komunitas ini juga dipicu oleh banyaknya pengaruh negatif di Kota Kupang. Kami melihat diperlukan sebuah wadah yang positif agar pergaulan mahasiswa di sini tidak terlalu bebas dan kebablasan," jelasnya tegas.
Lebih lanjut, Dr. Hotlif memaparkan tiga pilar atau misi utama yang menjadi fondasi PD Alfa Omega dalam membina para anggotanya, yaitu aspek spiritualitas, intelektualitas, dan kepemimpinan (leadership). Dari ketiga pilar tersebut, aspek kerohanian ditempatkan sebagai fondasi yang paling utama.
"Spiritualitas adalah pondasi utama kami untuk membentuk karakter yang baik. Melalui aspek ini, mahasiswa diajak untuk menyadari identitas mereka yang sesungguhnya sebagai ciptaan Tuhan yang berharga dan memiliki talenta masing-masing. Setelah fondasi itu kuat, barulah kita kembangkan aspek intelektualitas serta kemampuan memimpin (leadership) mereka untuk mempersiapkan masa depan," urai akademisi tersebut.
Memasuki tahun kelima secara organisasi atau tahun keenam jika menghitung masa adaptasi awal, Dr. Hotlif mengakui bahwa perjalanan membesarkan komunitas ini bukanlah perkara mudah. Baginya, mendidik dan mendampingi ratusan mahasiswa layaknya sebuah investasi jangka panjang dalam bidang Sumber Daya Manusia (SDM). Namun, segala lelah itu terbayar saat melihat buah dari proses tersebut.
"Prosesnya memang tidak mudah dan membutuhkan waktu yang panjang, seperti investasi SDM. Namun, perkembangannya saat ini sangat menggembirakan. Kami melihat mahasiswa mulai menemukan jati diri mereka, menyadari apa tujuan mereka berada di kampus dan di kota ini. Luar biasanya lagi, mereka mulai memberikan pengaruh positif ke lingkungan pertemanan mereka sendiri," tuturnya penuh rasa syukur.
Menanggapi peneguhan badan pengurus baru untuk periode 2026-2027, Dr. Hotlif menyampaikan pesan mendalam mengenai keberlanjutan tongkat estafet kepemimpinan. Ia berharap para pengurus baru yang telah dipilih dapat membawa angin segar dan terobosan baru bagi organisasi.
"Estafet kepemimpinan ini harus terus berjalan dan hidup. Harapan saya untuk badan pengurus yang baru diteguhkan, jangan hanya terpaku mempertahankan apa yang sudah berjalan dengan baik, tetapi harus berani membawa inovasi-inovasi baru yang kreatif dan relevan dengan tantangan zaman anak muda saat ini," pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan agar komunitas ini tidak menjadi eksklusif, melainkan mampu melahirkan kader yang berdampak nyata secara akademis dan sosial di tengah masyarakat.
"Kita ingin wadah ini melahirkan pemuda yang seimbang. Kehidupan spiritualitasnya kuat, namun prestasi akademik di kampus juga tetap cemerlang. Dengan begitu, kehadiran PD Alfa Omega tidak hanya dirasakan manfaatnya di dalam internal persekutuan saja, tetapi benar-benar membawa impact atau dampak positif yang luas bagi dunia pendidikan, lingkungan sekitar, dan masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur," pungkasnya.
Perayaan ini dibaluti dengan doa syukur sebagai awal dari rangkaian kerja pengurus baru selama satu tahun ke depan. Diharapkan, PD Alfa Omega Kupang semakin berdampak positif bagi dunia pendidikan dan masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur. (neldi)


