Namun, di sela-sela peninjauannya, perhatian Gibran justru teralihkan pada kondisi infrastruktur sekolah yang memprihatinkan. Saat mengecek kondisi ruang kelas di sekolah tersebut, ia menemukan fakta bahwa seluruh ruang kelas tidak dilengkapi dengan fasilitas lampu penerangan yang memadai.
Kondisi kelas yang gelap tersebut memicu pertanyaan kritis dari Wakil Presiden. Ia mempertanyakan bagaimana proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat berjalan dengan optimal jika para siswa harus beraktivitas di dalam ruangan dengan pencahayaan yang sangat minim.
"Gelap banget, bagaimana mau belajar?" ujar Gibran saat meninjau kondisi ruang kelas satu per satu. Ia bahkan berdialog langsung dengan para siswa untuk memastikan apakah kondisi tersebut selama ini mengganggu kenyamanan mereka saat menyerap materi pelajaran.
Berdasarkan pengakuan sejumlah siswa, kurangnya penerangan di dalam kelas memang menjadi kendala yang menghambat proses belajar mereka sehari-hari. Merespons keluhan tersebut, Gibran secara langsung memberikan instruksi kepada jajaran stafnya untuk segera melakukan pengadaan lampu guna dipasang di ruang-ruang kelas sekolah tersebut.
Diketahui, kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda kerja Wapres di wilayah Indonesia Timur. Selain fokus pada evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Gibran juga dijadwalkan untuk meninjau Koperasi Desa Merah Putih serta melakukan dialog langsung dengan masyarakat setempat terkait berbagai program pembangunan yang sedang dijalankan oleh pemerintah pusat.

