Gubernur NTT Tegaskan Gereja Tak Boleh Sekadar Tempat Beribadah, Tapi Harus Jadi Ruang Penguatan Jemaat

 

KUPANG, suaramentaritimor.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan arahan penting terkait peran strategis lembaga keagamaan di tengah kehidupan bermasyarakat. Penegasan tersebut disampaikan dalam sebuah acara keagamaan pada Minggu (13/9/2026).

Gubernur NTT menekankan bahwa fungsi gereja tidak boleh hanya berhenti sebagai tempat beribadah secara rutin semata.

Menurutnya, rumah ibadah harus bertransformasi menjadi sarana yang inklusif dan hadir secara nyata dalam menjawab berbagai persoalan sosial jemaat.

Gereja diharapkan dapat hadir sebagai ruang yang aman, terbuka, serta memberikan penguatan moral dan spiritual bagi jemaat yang sedang membutuhkan pertolongan.

Peran aktif pimpinan agama dan tokoh gereja dinilai sangat krusial dalam mendampingi masyarakat menghadapi tantangan ekonomi dan sosial di daerah.

Melalui pendekatan tersebut, keberadaan gereja diharapkan mampu memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat NTT.

Gubernur juga mendorong adanya program-program pemberdayaan jemaat yang berkelanjutan di lingkungan tempat ibadah.

Sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan diyakini menjadi kunci penting dalam membangun kesejahteraan sosial serta spiritual masyarakat NTT.

Lebih baru Lebih lama